Senin, 20 Februari 2012

PEMETAAN APRESIATIF DESA (PAD)
Upaya Bertanggungjawab Dalam Membangun Data dan Informasi Desa

Salah satu kekuatan  utama dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan adalah ketersediaan informasi dan data yang aktual dan terkini sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Saat ini (Februari 2011) pesta perencanaan melalui mekanisme musrenbang sedang berjalan diberbagai wilayah di Indonesia. Ada yang telah memasuki musrenbang pada tingkat Kabupaten atau Kecamatan, namun ada pula yang masih berproses pada tingkatan Desa/Keluarahan
Hal menarik dari informasi dan pengamatan langsung pada kegiatan musrenbang di beberapa wilayah kabupaten antara lain, mulai terbangunnya pertautan gagasan, pemikiran dan juga eancangan program serta anggaran dari para aktor pembangunan dalam pelaksanaan musrenbang serta adanya paket informasi dari pemerintah kabupaten  terkait dengan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan dan rancangan program untuk tahun akan datang yang masih perlu untuk didiskusikan bersama dengan para pihak melalui mekanisme musrenbang desa, kecamatan dan kabupaten.
Nampaknya pada lingkup wilayah desa, secara umum masih perlu untuk terus disempurnakan. Pendekatan dalam membangun partisipasi warga dalam pengembangan data dan infromasi sangat dibutuhkan untuk mendukung warga dan pemerintahan desa
oleh sebab itu, Mitra Samya sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terkait pengembangan pendekatan pembangunan partisipasif telah berupaya mengembangkan satu pendekatan untuk mengembangkan data dan informasi desa/kelurahan yang disebut dengan PAD. Pendekatan ini dikembangkan dengan dukungan ACCESS Phase II-AusAID dan telah dipergunakan dibeberapa wilayah program OMS yang didukung pula oleh ACCESS Phase II.
Bila ada yang berminat untuk memperoleh informasi terkait dengan pendekatan ini dapat menghubungi Mitra Samya (Telp 0370) 624232 ataupun pengelola program ACCESS Phase II /kontak dapat melalui Web ACCESS)

Salam,
Bagus A
SATU DESA SATU PERENCANAAN.

Berbagai program pembangunan telah dilaksanakan di Desa. Namun kenyataannya warga dan pemerintahan desa belum merasakan dan belum merasa memiliki proses dan hasil pembangunan yang ada. Kekecewaan akan hasil perencanaan desa yang dilakukan melalui mekanisme musrenbang selalu terulang setiap tahun.

Pemerintah kabupaten selalu berkata "kita telah menurunkan banyak poryek di desa" tetapi di desa merasa sebaliknya, Penghargaan terhadap upaya swadaya warga juga sangat kurang.
Oleh sebab itu mari kita berkomitmen dan beraksi untuk mewujudkan satu desa satu perencanaan

Lepaskan atribut kepentingan masing-masing, berkarya bersama membangun warga dan organisasinya
Warga berdaya, pelayanan optimal .... mimpi bersama tercapai

Salam,
Bagus A